Pemandian mata ie, wisata alam yang ramah untuk keluarga.

January 18, 2022 0

Pemandian Mata Ie

Konon, untuk menikmati wisata alam yang ramah untuk  keluarga orang akan berkiblat ke pantai Berphoto candid layaknya selebgram dengan sebongkah semangka dan botol sprite yang diletakkan sedemikian aesthetic di selembaran kain yang hempaskan, tapi kali ini saya ingin merekomendasikan  wisata alam yang bukan laut dan gak menyiksa mereka yang sudah uzur untuk  menikmatinya artinya tak perlu mendaki atau berjalan kaki dengan aksesnya yang sangat berkamuflase dengan alam. Hoho
             Hari ini secara kebetulan saya numpang lewat ke salah satu tempat wisata yang sudah berumur seiring perkembangan umur saya anggaplah menjenguk masa lalu. Orang-orang menyebutnya Pemandian Mati ie yaitu diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai pemandian mata Air,  yang mana air nya berasal dari sela gunung langsung karena posisinya berada di kaki gunung yang berposisikan di kecamatan Darul imarah Aceh besar.  sehingga airnya cukup bersih hijau dan dingin, saya kapok setelah 2014 dulu pernah mandi disini bikin gigi gemetar, dan juga factor pendek jadi berparasit ke kakak saya ckckc. dalam sebuah referensi disebutkan jikalau air di sini juga bermuara hingga ke Kawasan  Taman Sari, tempat Putroe Phang mandi bersama para dayang-dayang istana Darud Dunya. Wow jauh juga ya.


            Adapun kolam disini terbagi dalam 3 kategori untuk dewasa, remaja dan umum. Tidak ada kolam untuk anak kecil  selayaknya kalian pergi ke wahana kolam renang umumnya, karena posisinya memang kedalamnya cukup lumayan tapi sekiranya orang tua niat kesini untuk nyemplung tentunya saja anak bisa nyelenong juga. Kalian juga bisa mengintip emak dan babe nyuci didaerah sana karena muasal nya memang mata air sehingga penduduk sekitar sini pun nyuci disini sembari ngerumpi melihat wisatawan alay seperti saya yang cekrek sana dan sini. Oya taraf ukur pendeknya anggaplah saya sendiri  karena tinggi saya 149 dan seleher saya mungkin satu 144 kalau misal saya nyemplung saya harus jinjit atau berparasit pada kakak saya wkwkwkw. Ini kolam umum ya bukan dewasa karena saya lihat di kolam dewasa gk ada yang seketek saya nyelonong kesana. tapi mungkin sebenarnya gak dalam cuma sialnya aja saya udah pendek gak bisa berenang lagi wkwkw. jadinya kawasan main bareng bocil walau umur sudah jadi onti orang hohoho. 

Penampakan warga setempat sedang beraktifitas. 


        Disini monyet merupakan pemandangan yang lumrah layaknya kalian ke Bali, saya masih teringat kala dulu mencoba memberi makan seeekor monyer kurang dari 30 cm denga posisi semi  gemetar. Dan sekarang saya melihat mereka malah duduk di joke motor, hebat 5 tahun lagi saya mampir mungkin sudah bisa nyentir motor kali yak. Sekiranya kalian tertarik kalian bisa coba berbagi mamam atau berselefi ria dengan mereka lho,( kalau beruntung iphone kalian tidak ditarik ya) saya gak jamin…

            Terakhir perihal harga,  tiket masuk ke wisata ini terhitung murah yaitu 4000 perorang dan retribusi kendaraan (Bahasa kamsek nya parkir 1000 untuk kendaraan motor) dan teruntuk mobil paling mentok 5000 gak tahu juga soalnya gak pernah kesini pakai mobil :’) Anyway sedikit gambaran kasarnya penampakan pemandian mata ie dalam format video.


#travel #adventure #wanderlust #vacation #travelgram #explore #holiday #travels #traveler #traveller #traveling #travelling #travelphotography #travelingram #travelblog #travelblogger #traveladdict #exploretocreate #passionpassport #tourism #mytravelgram #instapassport #tourist #traveltheworld

Wisata Air Terjun Peucari, Menantang diri tapi jangan kapok berburu lagi.

January 13, 2022 3


Move on dari Bukit jalin, kali ini kita akan menjelajahi lagi alam jantho tapi versi berburu air terjun namanya Air terjun peucari yang berada dalam rimba jatho juga. Nah kali ini jalannya agak dramatis. Bahkan setelah lihat ulasan di mbah google perihal trek jalurnya, salah seorang turis asing yang sempat mampir juga tidak merekomendasikan sekiranya perlengkapan kalian tidak lengkap. Atau berlaga layaknya instagramer yang berburu photo ootd dengan kostum kece badai. Yaps pastikan kalian tidak takut pacat, itu lho sepersupupuan lintah karena ini menjadi syarat utama yang harus kalian taklukan untuk bisa mengunjungin wisata ini. Konon beberapa teman saya ketempalan pacat sampai rumah hingga paginya wkwkwk.


    Wisata Air terjun peucari ini berada di desa Desa Bueng, Kota Jantho. Adapun jarak Banda aceh ke jantho ialah 2 jam perjalanan yang mana jarak tempuhnya kisaran 60 km  dan berlanjut dari pusat jantho menuju ke desa ini bueng sendiri menempuh jarak 10 km. nah barulah drama perjalananan ekstrim dimulai, disini kalian harus mencari tour guide dari orang kampung sini untuk memastikan kalian gak nyasar di alam jantho. Kasus kemarin saya beserta teman tidak tahu sekiranya perlu tour guide akhirnya kami berangkat modal bismilah dan perjalanannya bikin beberapa  teman yang laki harus tukeran motor karena disini cewek jadi beban wkwkw. Kami berangkat dengan kondisi semi hujan alhasil jalanan sangat tidak bersahabat, batu gunung yang terjal, kerikil yang bikin gemetaran, jalanan licin bikin seluncuran tanjakan laknat yang bikin matik berasap.  Syukurnya setelah seluncuran dijalanan kami sampai juga ditempat sana dalam keadaan semi basah. (menjadi kami saat itu sangat beresiko jadinya kalian harus pastikan menemukan tour guide kalau mau sampai kesana  dengan motor aman, sehat waalfiat) Adapun harga Tour guide sendiri bisa dijangkau dengan harga 200k /10 orang. Keahlian retorika bisa membuat jadi lebih murah lagi sesuai kecerdasan bersilat lidah anda eh. Jadinya pastikan harus ada tour guide ya, bahkan dalam perjalanan kami hanya bertemu 1 motor yang lewat jadi bayangkan sendiri gimana alaminya masih hutan ini.
tepat parkiran, selanjutnya jalan setapak kurang libih 500 m  hoho
Tempat parkiran, selanjutnya jalan setapak kurang lebih 500 meter. 

            Berlanjut kisah perjalanan kami, kala itu setelah sampai di pos parkir kami kami harus berjuang untuk menelusuri jalan setapak lagi yang jaraknya kurang lebih 500 meter. Setelah jalanan naik turun dan berimbas hujan baru berhenti membuat kami cukup tersiksa pegal encok paket komplit, dan parahnya sepersupuan lintah ada dimana-dimana. Tidak ada yang aman dari pacat sekaliapun pakai kaos kain ia tetap berhasil ngekorin kami bahkan sampai ada yang di KETEK…! Sumpah ini yang paling drama ambil lintah bukan lagi di kaki, tapi leher, ketek. Sungguh sangat mesum lintah ini karena saya sebagai perempuan yang harus berkorban karena cuma saya yang berani pegang species ini dikalangan perempuan. Disisi lain ada teman saya yang baru sadar setelah pacatnya sebesar jempol tangan neplok di kakinya, sungguh sangat meresahkan pemirsah. Sampai mikir nyesel kenapa harus berlagak berani nyentuh pacat. Bayangkan satu orang minimal 4 pacat ketempelan belum lagi yang jadiin oleh2 sampai kerumah haduh. Anyway walau drama begini tetap gak nyesal Karena tempatnya sesuai ekspentasi di google. Cakep pisan…

            Setelah melewati drama pacat, sungai kecil, jalanan becek  naik turun akhirnya kami sampai ke lokasi yang cukup asri suara air terjunnya cukup deras terdengar bersautan dengan suara alam, Air terjun ini memiliki 7 tingkatan dengan diameter luasnya 3 m. pergi kesini tidak seperti ke bukit jalin dimana kalian bisa bertemu orang jualan, pastikan kalian bawa snack makanan karena disini bertemu dengan turis lain saja bisa disebut hoki. Kami sendiri bertemu dengan para pelancong yang ditemani tour guide kala itu. Alamnya masih sangat alami dan terjaga dari sampah alias bersih banget. Saat itu kami yang kelelahan hanya sebatas melepas lelah di air terjun terendah karena kami pun berangkat sudah jam 12 lewat  dari dan sampai disana jam 4 lewat . Tentu saja magrib kami masih dalam rimba sana. Syurkunya kami aman walau satu kondisi ada beberapa teman saya berpikir nethink “ ini kita gak salah jalan kak, sialnya ada teman yang ternyata lampu motornya gak hidup lihatnya drama masih berlanjut.Tapi syukurlah kami sampai dirumah walau akhirnya jam 10 malam. Soalnya sempat berhenti di pusat jantho dan dari  jantho  ke banda lagi sudah 2 jam. Drama sekali permisah tapi sangat seru untuk dikenang kini. 
 
#Wonderfulindonesia #pesonaindonesia #wisataindonesia #wisataaceh #wisataalam #airterjunpeucari #jantho #travel #backpackerdunia #girlslovetravel #hikking #explorer #journey  

Panorama indahnya alam jantho di atas ketinggian bukit jalin

January 04, 2022 6

Selain terkenal dengan lautnya yang biru Aceh juga terkenal dengan alamnya yang hijau. Yaps, saat ini wisata alam semakin menarik untuk dilirik yaitu setelah standar taman cinta yang penuh warna warni pelangi dan lope2 terlihat mulai alay di mata instagramer hoho. Banyak anak indie bermunculan, walau gak seberapa karena efek ikutan. Dan pertanyaannya kenapa kebanyakan gunung atau bukit? Mungkin karena ada tantangan mendaki ketimbang laut, yeah darah anak muda suka menguji diri kalau encok baru tahu diri.


Btw bercerita dengan bukit, ada beberapa tempat yang sudah saya jelajahi tapi belum pernah saya tuankan disini. Mulai dari Siron, Data Luah hingga bukit jalin, dan kali ini mau cerita tentang drama bukit jalin teruntuk kalian yang suka wisata alami.


Bukit jalin, sendiri mulai terkenal tahun 2014 disaat saya masih SMA. Kala itu tempat ini masih belum welcome seperti sekarang artinya belum ramai pengunjung penjual makananan juga terbatas tapi tidak dengan sekarang, kunjungan ke dua saya di 2020 kemarin memperlihatkan perkembagan yang cukup baik. Kita bisa menemukan banyak gazebo, penjual bahkan jembatan dengan motif pelangi yang memeriahkan alam ini. Tentunya tukang parkir bahkan kala kemarin kami didatangi polisi razian masker juga lho. Padahal dalam rimba jantho tempat wisata ini ckckk. Adapun perjalanan kesini menempuh waktu 1,5 jam untuk sampai ke simpang jantho. Dan perjalanan dari jantho menuju ke jalin sendiri Hmm bisa dikatakan kurang lebih 25 lima km. Tapi tenang jalannya aman, yang capek ialah waktu sampai kesana kala mendakinya. Kalau kalian gak kuat mendaki tenang kalian bisa main gemerincik air sungai disini hehe.

Saat itu saya melakukan perjalanan dalam kondisi yang cerah tapi belajar dari pengalaman mantel hujan selalu ada didalam ransel untuk beragam fungsi semisal alas hingga hujan yang moodyan dan sesampai disana setelah hahahihi makan sholat dan rebahan sejanak dilapak orang jualan akhirnya kami mulai mendaki. Perjalanan mendaki cukup melelahkan karna kami berburu puncak tertinggi disaat teriknya sang surya sedang menyinari. Oya pastikan kalian jangan salah kostum juga kala ke bukit. Karena pengalaman saya warna hijau membuat photo jadi kacau. Harusnya warna merah jadi bertabrakan dengan warna bukitnya yang hijau. 

Mendaki Bukit jalin mempunyai tingkat kemiringan yang menurut saya sangat brutal, sebernarnya gak brutal banget sih tapi kala itu saya salah jalur jadi untuk tingkat orang yang sudah naik gunung gunung Wah di ke pulau jawa saja bisa gemetar lututnya apalagi saya yang mainnya ke bukit. tips yang paling penting disini kala itu ialah sepatu ada sandal gunung. Tapi lucunya salah satu teman kami malah mengunakan sandal jenis famous bagi kalangan anak2, itu lho sandal yang suka cium pantat anak2 kalau bandel. Untungnya dia aman sampai turun.



Kami sampai dipuncak pertama disaat orang lain mulai turun, disegi lain kami sempat istirahat di bukti pertama sehingga kisaran waktu total dalam pendakian tidak terakumulasi, efek banyak lepas capek daripada mendaki. Ya pada akhirnya kami tidak sampai juga pada puncak tertinggi(puncak ke 3). Kami hanya sampai di puncak kedua setelah melihat kondisi langit mengabulkan permintaan orang yang minta turunkan hujan. Anyway walau sebentar puas banget panoramanya alamnya hijau bikin mata sejuk dan tenang banget((Apalagi gak ada orang jadi serasa itu bukit punya seorang eh). Kalian bisa melihat sungai yang di apit oleh bukit dengan sangat jelas. Suara sepoi sepot angin akan membuat kalin terbuai seperti saya yang tak sedar tiba2 sudah mendung dan cancel hingga ke puncak ke 3. Akhirnya balik dengan keadaan hujan kacaunya sandal saya tapak nya hilang jadi berapa x berseluncuran di jalur pendakian yang mulai di keremunin air hujan yang deras. Syukurlah pulang selamat walau basah2 tapi pengalaman dan lelahnya terbalaskan karena memang seindah itu berwisata ke bukit jalin.Oya sedikit bocoran penampakan ala video. 


#Wisataindonesia #wisataaceh #wonderfulindonesia #visitindonesia #wisataacehbesar #hikking #travel 
 
#rekomendasiwisataalam #bukitjalin



Baju Lebaran Untuk Alif.

August 17, 2021 0

            Senja mulai meredup seiras munculnya si merah saga, sayup- sayup alunan ngaji mulai terdengar kala kerumunan mulai terlihat langka. Ada banyak hal yang berubah di Ramadan kali ini. Terlihat jelas makhluk beroda dua dan empat menjadi asing, suara di jalanan tak lagi bising, Bahkan tak terdengar lagi suara pak Usman yang menawari lemang sambil keliling.      
             Tahun ini sangat berbeda, terutama setelah covid melanda. Semua kedok ditampakkan menjadi penjelas dari  karakter manusia, jenis kekacauan mulai bermunculan, para penimbun masker hingga hand sanitezer berserakan, sungguh benci dengan segala pesakitan ini, terutama faktor paranoid yang berhamburan layaknya virus tersebut.
             Tiba-tiba Suara sirene tanda berbuka membuyarkan lamunanku. lantas segera kubasahi tenggorokanku sebelum berlanjut menuju tempat wudhu.

***** 

“Ummi, Alif kapan dibeliin baju lebaranya ? kata Alif memulai percakapan.           
“Tadi waktu ke rumah Zaki, dia sudah dibeliin baju  lebaran lengkap dengan sandal barunya” Alif tak berhenti berbicara sekalipun mulutnya masih mengunyah. Bagi kami Alif ibarat anak emas, faktor anak bungsu dan laki-laki semata wayang membuatnya cukup manja pada Ummi.     
 
             “Sekarang masih hari ke dua puasa, awal sekali masih, doain biar ada uang ya, supaya bisa beli baju lebaran untuk Alif.” Balas ummi       
 
          “Ammin semoga Ummi cepat punya uang supaya Alif bisa punya baju lebaran juga seperti Zaki” Kini ia terlihat lebih fokus dalam doanya yang tak sampai satu menit tersebut.
             “Shalat yang rajin juga, tarawih jangan ditinggalin karena itu kesempatan yang paling berharga selama Ramadan! Tambah Ida.   
              “Ok akak.” Suaranya terlihat manja kala itu.
 “Jangan sampai kepergok main lempar sarung di luar sana ya.” Ucapku sambil menutup topik tersebut. Alif kecil tersenyum melihat ke arahku sebelum merespon lebih “ Hehe.”

*****

“Pokoknya Alif pengen baju lebaran segera..!!” Kata-kata itu tergiang di telingaku, setengah sadar aku terbangun melihat muasal keributan yang terdengar mulai jelas ini.       
            “Lho kenapa ini? Kan kemarin udah janji bajunya bakal dibeli waktu ada uang?”
            Alif setengah terisak mulai berguman “ Iya tapi kata Zaki kalau telat nanti tinggal yang jelek baju lebaranya.”            
            Sepertinya Zaki memberikan dampak yang buruk untuk Alif. Aku menyesal tidak memberikan batasan dalam pertemanan mereka “Mana ada, baju kan banyak di pasar masih, nanti kakak pastiin Alif dapat yang paling bagus sesuai keinginan Alif ya?       
            “Gak mau, Alif pengen sekarang!!” Kini ia mulai merajuk.  
            “Tapi sekarang Ummi lagi gak punya uang, Alif tahu kan  gara-gara corona Ummi gak bisa kerja?” Tambahku           
            “Yasudah kalau gitu ngutang.” Tak peduli dengan masa sulit Alif mulai bertingkah.
            “Biarlah nangis, nanti bakal diam kalau sudah capek.”Respon Ida tak mau ambil pusing.  
            “Hushh kamu ini” Ummi menegur kelakuan Ida yang sangat dingin. Kini terdengar suara Alif yang kembali menangis sejadi-jadinya.        
            “Kamu kalau merasa gak perlu gak usah ngomong Ida.!” Tambahku           
            “Jadi gimana apa nasehat kakak bisa membantu?” ia selalu bersikap menyebalkan.  “Sudah kalian diam semua, Ummi janji bakal  beli bajunya dalam minggu ini jadi Alif gak perlu nangis lagi ya.” Tanggapan Ummi terlihat cukup mempan dan kini sayup-sayup suara Alif mulai tenang. Sementara aku dan Ida menjadi tak senang.

*****

            Sudah kuputuskan..! Aku akan membeli baju lebaran untuk Alif tanpa merepotkan Ummi. batinku, pertimbangan ini ku dapati setelah bepikir panjang semalaman  bagaimana caranya mendapatkan uang, sekalipun statusku yang masih sarjana pengangguran. sungguh  tak tega membiarkan Ummi terbeban dengan tingkah Alif yang sedang keras kepala di kondisi yang sedang tidak bersahabat ini.    
            Lihat Alif gak..? Aku langsung mencarinya. Hari ini rumah terlihat sepi sekalipun PSBB sedang berjalan.            
    “Gak tahu, mungkin main ke rumah Zaki. seperti biasa Ida menjawab dengan pasif. Ingin ku mengomelinya, namun kekesalan pada diri sendiri lebih besar, aku merasa tak becus menjaga Alif yang selalu bermain dengan Zaki. Bagiku pertemanan mereka terbilang tak cocok selain perbedaan status sosial, karakter kedua anak ini bertolakkan, satu tukang pamer dan satu cemburuan. “Aku benci diriku sendiri”  lagi-lagi aku hanya bisa berguman.           
            Tiba-tiba Alif muncul dengan baju nya dipenuhi bulu kucing.          
“Astaga kenapa ini …? ” Ia tertawa kecil melihat bajunya. Namun aku mengontrol diri sebelum menyampaikan misi ini yang telah ku pikirkan secara matang.      
“Alif pengen baju lebaran kan??        
“Udah dibeli ya kak?  Responnya antusias kala itu   
“Ehm.Bagaimana kalau kakak yang belikan?
“Mau mau!” responya terdengar antusias.     
“ Iya dong ditambah sandal baru sekalian biar sepasang terus.” Alif kecil kegirangan
           Ida tercengang, tak tahan, ia menumpahkan tanya. “emang punya uang?”  ia selalu menyebalkan namun yang bisa kulakukan hanya mengabaikan. Dan kembali fokus kepada harapan Alif kecil terhadap baju baru untuk lebaranya nanti.          
 “Tapi syaratnya Alif bantuin kakak ya..? ”Setengah bingung ia bertanya, “Bantu apa?”    
“Gampang banget, yang penting Alif nurut dan bantuin kakak maka harapan untuk dapat baju baru bakala terkabulkan.” Ia menganguk  walau masih ada tanda tanya yang belum terjawab.

                                                            *****
            Alif…! Suara Zaki terdengar jelas kala itu.  Ummi langsung menghampiri  sebelum Alif bangun untuk menemuinya. “Biar Ummi saja, Alif bantuin kakak ngaduk adonan disini ya.” Kataku langsung memotong pergerakkan Alif yang ingin keluar, ia hanya mengangguk kecewa ketika melihat langkah Ummi yang menuju keluar rumah. Aku merasa tak enak hati mencoba memisahkan mereka namun memang inilah opsi terbaik selain karena ia harus membantuku membuat kue untuk dijual di sore nanti.            
     “Assalamualaikum” tiba-tiba Zaki datang dengan antusiasnya. Sedikit terkejut namun ku merespon pelan. Sepertinya Ummi memberikan dia cela“
    “Waalaikum salam Zaki, maaf ya Alif lagi sibuk buat kue sekarang jadi gak bisa main sama Zaki dulu.” Kataku memberi tanda
 Iya tadi Ummi ada bilangin kalau Alif lagi buat kue untuk dijual nanti sore, boleh Zaki bantuin  biar bisa cepat selesai?           
    “Eh jangan, ini tugas kakak, Zaki lihat aja ya..?        
    “Tapi Zaki pengen bantu biar cepat dibeliin baju Alif nya, jadi bisa lebaran bareng nantinya.”
 Jleb..! tiba-tiba aku merasa menjadi orang paling jahat setelah mendengar ucapannya. Entah siapa yang memberi tahu Zaki tentang tujuan utama dari  membuat kue ini. Namun ini cukup memperjelas bagaimana karakter Zaki sebenarnya. Kini dalam keadaan bersalah kuizinkan ia memberi bantuan.       
      “Eh nanti waktu lebaran kita ke rumah pak Mukhlis hari pertama ya soalnya kalau hari kedua beliau tidak ada di rumah” Alif terlihat begitu bahagia dan bahkan memposisikan ku selayaknya tidak berada ada disitu.  
       “ Ia dong, pak mukhlis harus hari pertama soalnya kalau kasih THR paling banyak.” 
Aku tersenyum melihat perbincangan mereka yang bahagia  itu. Dan ini menjadi kenangan terindah yang akan membekas di kemudian hari.

*****

Sudah 4 hari Zaki tidak terlihat. Ekspresi Alif terlihat bingung ketika ku tanya tentang Zaki karena sebagai teman dekat dia juga tidak mendapat kabar. Tetiba aku menjadi kangen dengan bocah bandel itu.
            “Memang keluarga bu ningsih jarang nampak beberapa hari ini.” tambah  Ummi.
            “Kakak belum tahu gosip ya?”          
            “Gosip Apa..?” tanya nya setengah bingung.
           “Kabarnya Suami Bu Ningsih positif Covid “Aku setengah terkejut mendengarnya.                                 
“Astagfirullah Serius kamu,jangan menyebarkan gossip.”    
            “ia semoga hanya sebatas gossip saja ya” tambah Ida.             

Dan ternyata semua itu adalah fakta kala Sebuah ambulance datang ketika malam untuk menjemputnya Pak Isa, Keluarganya pun kini berstatus ODP, dan harus di isolasi sekeluarga. Fokus ku masih sama ke arah pak Isa sebelum sadar bocah beransel mungil keluar dalam keadaan ketakutan dan kebingungan.“ aku terkejut.! 
        “Kak, Zaki berangkat ya? Alif bertanya kepadaku dalam keadaan bingung, untuk anak berumur 7 tahun terlalu sulit untuk menjelaskannya. 
         “Ia tapi bakal pulang lagi kok” kata ku menghiburnya. Kulihat tatapan Zaki sekilas, sebelum melihat ke arah Alif yang terlihat kosong. Paranoid pun kembali bermunculan, bukan saja faktor warga pertama yang positif di daerah sini tapi juga karena kami sempat berinteraksi langsung dengan Zaki. Aku merasa cukup khawatir terutama karena ia teman dekat Alif. Namun aku hanya bisa berdoa sekaligus memastikan kami semua juga dalam keadaan baik di saat genting seperti ini.

                                                                        *****
             Tak terasa dua hari lagi suara gema takbir akan terdengar , harum kuah sie reboh mulai tercium dari dapur ke dapur. Ucapan Minal Aidhil pun mulai dirangkai dari berbagai sisi. Terlihat suasana lebaran mulai kembali, setelah korona mulai terlihat pergi.    
        “Wi Tadi bu ningsih mampir kasih ini” kata Ummi sembari memberikan sebuat kertas berisi baju, Kulihat sejenak sebelum bertanya untuk penjelas, cukup mudah kupahami kondisi ini, Namun yang menjadi permasalahannya bagaimana bisa aku memberikannya untuk Alif di sisi lain ia masih menunggu kepulangan Zaki hingga hari ini.” Harapan untuk mempunyai baju baru sudah terpenuhi jauh hari. Namun ada harapan baru yang sempat pupus setelah janji lama yang tidak bisa terpenuhi. Ya Kali ini Alif harus ke rumah pak mukhlis seorang diri.  

 


Anyway cerita ini fiktif ,yang digunakan untuk ikut lomba dulu, ada beberapa jenis cerpen lainnya juga yang bisa diakses selengkapnya ada di Wattpad, Mungkin kita bisa berteman juga disana @inialutarfus

Yuk intip, Primadona Pulau Banyak Yang mempesona. Dijamin kamu bakal betah disana.

February 11, 2021 10
     Tahukah kalian? Selain terkenal dengan julukan Zamrud Khatuliswa, Indonesia juga terkenal dengan julukan 1000 pulau. Hal ini dikarenakan jumlah pulau Indonesia terhitung cukup banyak, bahkan menjadi salah satu negara dengan pulau terbanyak di dunia. Adapun salah satu referensi menyebutkan kita berada pada urutan ke lima di dunia dengan jumlah pulaunya yang mencapai 1700 lebih! Wow. Jadi, tak heran jikalau kalian mendengar sebuah tempat di beri nama kepulauan seribu bahkan kepulauan banyak. Ets, tapi antara kedua tempat ini berbeda lokasi lho.    
Mulanya saya berpikir sama, tapi ternyata prediksi saya meleset jauh kala jemari saya berselancar ria di media sosial. Kepulauan seribu adalah salah satu kecamatan yang berada di provinsi Dki Jakarta sehingga cukup ramah di telinga masyarakat Beda dengan kepulauan banyak. Ia imbarat pulau perawan yang berlokasi di Aceh provinsi saya sendiri. tepatnya di kabupaten Aceh Singkil. Kawasan ini masih terlihat asing dan baru lahir setelah media sosial ada saat ini.
     Kepulauan Banyak atau yang lebih akrab dengan kata pulau banyak merupakan gugusan pulau yang terdiri dari 63 pulau besar dan kecil di sebelah barat pulau sumatera. Tempatnya berbatas langsung dengan samudra hindia dan cukup dikenal karena keindahan dunia bawah laut hingga spesies penyu hijaunya. Jadi tak heran, jikalau tempat ini menjadi salah satu rujukan wisata bahari selain Sabang dan Lampuuk di daerah Aceh.
Adapun akses menuju ke Aceh singkil melalui dua arah, yaitu dari medan dengan jarak tempuh 7 jam Sedangkan dari Banda Aceh mencapai 16 jam. selanjutnya dari lokasi Aceh singkil kepulau banyak (Desa Pulau Balai ) memakan waktu 4 jam sehingga jikalau berangkat dari Banda Aceh, genap 20 jam dalam perjalanan. Hmm terlihat melelahkan bukan? Tapi, lelahnya dalam perjalanan akan tergantikan ketika kalian sampai di lokasi dan menikmati pesona alamnya yang sangat megah dan menawan. Serius saya tak hiperbola. Kalian harus melihat bagaimana indahnya sunset sore di desa wisata Pulau Balai, Belum lagi pemandangan dari jembatan Balaibung yang cukup memukau. Faktor kaya akan keragaman juga memberikan kesempatan bagi kalian untuk belajar sejarah dan budaya pulau banyak sendiri dihuni dari beragam suku seperti Suku Aceh, Minangkabau, Batak, Hingga Nias.

Menariknya lagi nama-nama pulau di sini terbilang cukup unik, bahkan beberapa mewakili ciri khas pulau tersebut seperti pulau biawak ,penyu, panjang dan tak menutup kemungkinan jikalau di sana ada pulau buaya putih, secara hewan ini menjadi ciri khas daerah singkil. Makin kepo kan? Sayangnya kala itu waktu kami cukup terbatas, sehingga kesempatan untuk mengelilingi semua tempat wisata di pulau banyak terlihat mustahil untuk waktu sehari. Alhasil, kami hanya pergi keberapa tempat wisata yang menjadi syarat sah kalau kalian sudah sampai ke pulau banyak. Sebut saja primadona pulau banyak. karena terlalu luar biasa jikalau kalian mampu mengelilingi 63 pulau disini sedangkan penduduk lokal saja, yaitu selayaknya masyarakat Desa Pulau Balai ada yang belum “khatam” untuk kawasan sendiri.

        Nah, adapun Primadonanya pulau banyak yaitu selayaknya Pulau Rangit. Ia menawarkan pemandangan laut yang sangat indah melalui perpaduan warna laut biru dengan toska nya dari atas ketinggian mercusuar. Menara ini sendiri menjadi ikon khas pulau rangit kecil yang paling diburu turis untuk berselfi ria dari atas ketinggian nya yang mencapai 35 meter. Tinggi sih.. tapi, lelahnya langkah dalam melewati ratusan anak tangga akan terobati setelah kalian melihat sendiri keindahan tempat ini. Kala itu cuaca ikut mendukung perjalanan kami. Sehingga, hamparan birunya laut barbanding lurus dengan birunya langit. Sangat cocok untuk para instragramer berhunting ria. Adapun jarak tempuhnya dari Pulau Balai memakan waktu kurang lebih 30 menit.
        Berlanjut dari Pulau Rangit kecil, kami diarahakan ke sebuah pulau Mini yang ternyata tak kalah menarik, Sebut Saja Baby Island, pulau ini dipenuhi oleh puluhan burung camar yang tak menetap, Hal ini bisa dipastikan karena tak ada satupun tumbuhan dan pohon yang hidup disini. Alih alih tak tahu, ternyata Baby Island ini adalah sebuah pulau baru yang muncul tahun 2017 lalu lho, konon ia sempat menghilang saat gempa dan tsunami menerjang Aceh tahun 2004. Uniknya lagi, dalam satu referensi disebutkan ia hanya muncul 2 jam sekali sehingga sungguh beruntung kami berkesempatan bisa menginjakan kaki dipulau pulau yang memiliki luas 4x5 meter ini. (padahal random jadwalnya sudah di atur begini sih, hehe)

         Kala itu, perjalanan kami berakhir di Pulau Panjang. beda dengan dua pulau sebelumnya, tempat di desain sedemikian rupa untuk menarik para wisatawan. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya penginapan, hingga kafe untuk bersantai sambil menikmati keindahan laut birunya hingga pantai. Namun disisi lain, suasana pulau yang bisa ditempuh 20 menit dari pulau Balai ini terbilang cukup sepi kala itu, entah karena memang belum cukup banyak yang tahu atau faktor masa pademi. Padahal disisi lain diberitakan mencapai 500 pengunjung perhari. Hmm positifnya, hal ini membuat saya betul betul menikmati liburan dari hiruk keramaian. Serasa menjadi Johnny Deep yang punya pulau pribadi, menarik bukan? Bahkan perjalanan pulang pun, keindahan masih setia mengiringi kami.

         Hebatnya lagi berwisata ke pulau banyak tidak berhenti disitu, masih banyak sekali sajian alam yang belum ditampilkan, terutama keindahan bawah lautnya. Bagi kalian pecinta wisata dalam air pulau Palampak adalah pemberhentian kalian, tempat ini juga disebut sebagai Basecamps pos diving center pulau banyak yang berlanjut. Dengan opsi lain selayaknya Gosong Langkek, Gosong Kapalo da Gosong palendang yang mempunyai ciri khas sendiri dari keindahan bawah lautnya.
         Adapun kalian yang gemar berselancar maka pulau Bangkaru dan Ujung Lolok adalah tujuannya. Kabar baiknya, setelah kesuksesan festival kepulauaan banyak tahun 2019 lalu, pemerintah akan kembali menyelenggarakan festival ditahun mendatang dengan pergelaran yang bakal lebih meriah dari tahun sebelumnya. Tentu kalian tak ingin melewatkannya, terutama info terbaru UED tertarik untuk melirik Pulau banyak dalam melakukan investasi di sektor parawisata. Duh, gak kebayang gimana wow nya pulau Banyak nanti.


#Wonderfulindonesia @wisataaceh #indonesiaindah #aceh #acehsingkil #pulaubanyak #kepulauanbanyak

Hasta aqui hemos ilegado. (Kita Sudah Sejauh Ini)

October 26, 2020 8

   


btw hak cipta gambar @satriocandra_ model @_khalid.syah
  Konon, penggunaan kata takdir sering kali harus melalui momen dramatis, yang dibawa oleh kata kebetulan. Tapi kali ini, istilah kebetulan sangat melesat jauh kala saya menyadari makhluk tua beroda 4 ini kambuh asmanya sampai 12 kali uhuk. Sumpah ini terlalu dramatis untuk sebuah kisah nyata yang menjadi perjalanan perdana bagi mereka dengan menggunakan l300.  Kala itu rombongan saya melintas lebih awal sehari dengan kendaraan yg berbeda, sehingga segala pernak Pernik perjalanan unik mereka tidak saya alami. Saya tidak ingin bersikap kesetanan dgn berkata syukur saya tidak mengalaminya, nyatanya perjuangan saya baru dimulai dikemudian hari. Hasta aqui hemos ilegado. kutipan ini terlintas pertama kali dalam perjuangan mereka yang sedang menghadapi mood swing nya si tua l300 karena study kasusnya sama alias mogok, jadi kisahnya ini kutipan ini saya dapatkan disebuah film perjalanan yang berkisah sekelompok sohib bandit pergi melintasi gurun pasir untuk menjenguk teman lama yang sedang sakit, mereka mengunakan mobil butut yang pernah  digunakan dalam perjalanan kala muda dulu. sialnya mobil tersebut malah mogok ditengah padang pasir dan hampir saja mereka mati, namun ditengah jalan kala mereka hampir menyerah, salah satu  sadar "Aku tak mau mati konyol, kita sudah sejauh ini" akhirnya mereka berinisaitf memperbaiki mobil dengan segala cara agar mobil itu kembali nyala. gitu lho. Tapi, nyatanya tidak pada penepatan yg tepat. Ini lebih dari haluan anak wattpad, dengan kisah yg bisa ditebak ending tanpa di spoiler. 
     

    Huh. Sungguh perjuangan sebenarnya baru di mulai kala kami sudah berkumpul semua, yaitu tepat saat musim hujan sedang semaraknya memeriahkan lautan. kami melakukan perjalanan menggunakan kapal, dengan doa yang tak lupa dibarengi bekal story ig sebagai syarat anak hits jaman now. segala perlengkapan dan kabar keberangkatan sudah tersampai melalui jejaring sosial kepada sanak famili dirumah, topi, dan kacamata pun menjadi bahan wajib kala itu lima menit sekali cekrek. tak lupa Dadah dadahan untuk memunculkan keramahan pada para nelayan kami lakukan sebagai bentuk apresiasi kegembiraan keberangkatan kala itu. Sumpah bahagia kali awalnya walau kemudian ada yang sampai muntah 20 menit setelah perjalanan, siapa lagi kalau bukan si anak antimo huhu buka saya ya pemirsa sumpah bukan saya yang muntahnya walau saya mabuk kapal kala itu 😂 . 

      Dan tiba-tiba sang nahkoda memutar haluan, kala perjalanan sudah memasuki dua jam "lah kok balik?" Setengah heran kami bertanya. "Nampak badai dari jauh", duh gusti dan tahukah kalian sebernarnya apa yang lebih parah dari badainya?? Adalah berita dalam beberapa menit sudah memenuhi beranda ig dengan kalimat hiperbolanya. "Ombak berkecambuk lantaran angin kencang sehingga kapal terombang ambing".Ya Rabbi Padahal disisi lain ada yang sempat-sempat nya ketiduran. Dan kalau ada ombak gak sampai terombang ambing karena hujan, jadi secara ilmu anak laut eh anak pelaut katanya mendingan begitu jadi hujannya mukul angin (gak kebayang kalau emak ane baca), kami memang takut ombaknya tapi lebih takut hujannya yang cukup deras, demam, bau jemuran gak kering itu berabe banget sumpah, gak jadi ke pulau banyak sampai muntah di tengah laut. akhirnya kami kembali  dan gantian para nelayan yang dadahin kami kali ini, saya tak tahu apakah ini ejekan atau ucapan selamat datang versi baru😂


   Dan berlanjut perjuangan kami belum berakhir, besoknya tapak kaki sudah berbunyi di jalanan subuh hari untuk menghindari kala kesiangan, berbekal niat yang tulus dan gak mau story dulu akhirnya kami berangkat lagi, Dan dihari kedua gelombang mulai terasa bikin dag dig sekalipun kala itu tidak hujan, dan sudah pernah kejadian hari sebelumnya tapi tetap saja masih serasa takut haduh serasa naik kora-kora jadinya. namanya juga ngelawan arah jadi beresiko. Kami masih takut karena hari ini tidak hujan, sehingga gelombangnya betul terasa, tapi sisi lain kami mau ke pulau banyak, sehingga setengah takut kami tetap berharap kapalnya gak putar balik kayak kemarin, Btw kala itu kata putar adalah sebuah kata horror yang paling kami hindari. Tapi akhirnya kata itu tersampaikan “Kita putar” wkwkw masih keingat ekspresi kemarin. Kecewa, bingung sampai pasrah. belum lagi penasaran media kemarin update lagi ternyata haha, parah memang tu kayak lambe jadinya, tapi masa bodoh yang penting emak gk baca sudah aman. Adapun  mengingat waktu yang banyak terbuang percuma  mempertimbangkan tiket dan segala peranakanya akhirnya dalam keadaan terpaksa kami melakukan plan cadangan yaitu melakukan pengabdian di kawasan aceh singkil. 


btw semua photo hak cipta @satriocandra_

Namun disi lain keinginan ke Pulau banyak masih menggiang di kepala, Hingga suatu ketika big bos mita bertanya, "kalian gimana masih mau lanjut apalagi yang self funded, karena kita bakalan nambah hari  karena mau coba sekali lagi, alhasil kalian yang self bakal nambah lagi pengeluaran, dan saya selaku self funded langsung teringat dengan quotes kemarin "Hasta aqui hemos ilegado. KITA SUDAH SEJAUH INI, gak mungkin gue mundur, uang bisa di cari pengalaman gak bisa dibeli, kalau gak sekarang kapan lagi, gak ada jaminan bisa sampai ke pulau banyak lagi kalau gak saat ini"akhirnya lanjut, walau masih semi ngutang wkwk soalnya harapan untuk kesana masih stonk banget.  

Ini kak andin gais
    Namun disisi lain salah satu harus mundur untuk mencoba lagi kepulau banyak, mengingat sumpah dokternya dalam berapa hari ini namanya kak Andin, beliau sekamar bahkan sedivisi dengan saya, sehingga terasa banget perjalanan jadi tak lengkap. Semoga ada kesempatan jumpa lagi kak andin. miss you so much. Btw tahukah kalian, setelah segala bumbu2 pelengkap drama pengabdian memenuhi kuali, akhirnya diperjalanan ketiga kami sampai ke lokasi. Dan tempatnya pun kece badai keren, gak nyesel pokoknya minum antimo banyak-banyak kemarin wkwkw, belum lagi bisa lanjut belajar budaya baru yang bertepatan dengan acara tolak bala di kawasan sana. suatu yang gak nyangka banget pokoknya, karena kalau yang ke tiga kali gak berhasil berarti dalam adab silaturahmi suruh pulang, gk usah coba lagi, kayak ketuk pintu rumah orang wkwkw. Oya masih kepikiran sama media kemarin, ada nulis berita apalagi ya, setelah drama berkepanjangan kami mereka ikuti, apakah ada berita positif yang bisa ane pamer ke sanak family?. atau mengadopsi sistem bad news is good news. mencari judul buruk untuk menarik empati readers. terutama kami sampai ke pulau banyak dengan personil tak lengkap ternyata, takutnya judulnya lebih majas hiperbola lagi jadinya alias lebih lucknut.  "Niat baik pengabdian, seorang mahassiwi cantik gugur ditengah lautan setelah terombang ambing dua hari ditengah lautan." " 

 #JelajahBudaha #PENGABDIAN #IndonesianMilenialOfChange

Eksistensi Aceh dalam membingkai keragaman

September 11, 2020 20

 

 Bagi saya gambar ini bukan sekedar cerita tapi bukti keberhasilan toleransi di daerah saya sebut saja Peunayong, kota ragam budaya. Tempat ini disebut juga sebagai jalur pertama kedatangan para etnis tionghoa ke Aceh dengan maksud berdagang yaitu pada abad ke-13 dan menariknya menurut cerita terdahulu kata peunayong sendiri bermakna gabungan kata dari bahasa Aceh dan Cina yang kala itu di salah pahami, memang keragaman bukan sekedar terlihat dari etnis, agama dan budaya tapi bahasa pun telah di wakilkan pada nama tempat tersebut. Hal ini seharusnya cukup bisa mematahkan stigma orang-orang yang melihat Aceh sebagai tempat yang rawan atau intoleran karena bagi saya sifat intoleran itu karakter personal atau sekelompok oknum sehingga saya tidak setuju jikalau sebuah daerah yang menanggung nya. Nyatanya toleransi diAceh telah lahir berabad-abad yang lalu bahkan sebelum media hari ini mengkampanyekannya. Cakra donya adalah salah satu bukti keberhasilan hubungan yang dibangun antara kerajaan aceh dgn china kala itu. Toleransi telah lahir dari dulu, namun selalu ada keladi yang memperkeruh kondisi selayaknya minyak di antara lilin yang terang.Kata Aceh sendiri dipercaya sebagai gabungan dari keragaman orang Aceh yaitu Arab China Eropa dan Hindia karena faktor lokasi Aceh yang cukup strategis. Jika ingin melihat orang yang berperawakan Eropa maka mampirlah ke Lamno dan jika ingin melihat masyarakat Cina mampirlah ke Peunyong. Terlepas dari perbedaan agama Suku dan bahasa dalam mayoritas bingkai Syariah, kami menjaga dan menghargai perbedaan. mereka mendapat hak dan perlakuan sama. Saya percaya sifat toleran ada diantara kita semua karena nenek moyang kita adalah bangsa yg bijak, yg perlu kita lakukan ialah merawatnya. karena Merawat toleransi ibarat menjaga Masa depan negeri. Aceh damai sabee.


Baju Karnaval

August 16, 2020 3
Dalam rangka memperingati Kemerdekaan ke 75 akhirnya saya berinisiatif untuk mempublish cerpen perdana saya dulu kala ikut lomba, kebetulan juga faktornya tentang HUT RI jadi anggaplah hadiah saya untuk bangsa ini, Inia lutarfus )







     Langkah kaki berkejaran terdengar di alun-alun perkarangan. Cuaca yang tidak bersahabat, diiringi dengan tapak sepatu yang cukup uzur juga tidak membuatnya lelah dalam berlari. Ia masih semangat, selayaknya terik sang surya kala itu. Bahkan semangat 45 nya kini semakin bergejolak, kala sadar pintu rumahnya mulai terlihat dari kejauhan. Langkah kaki itu semakin meningkat lajunya, dengan garis bibir yang kini mulai melengkung. Ia tersenyum melihat ke arah rumahnya sebelum berhasil membuka pintu. 

Kreek … “Assalamualaikum ummi..!” Suara dercit pintu terdengar dalam lelahnya nafas yang bersahutan. Ia melirik ke arah sekeliling sembari membuka sepatunya. Tangan kirinya bergerak lihai melepas tali sepatu dengan piala di tangan kanannya. 

“Ummi dimana, Maryam pulang!” ia berteriak kembali dengan melirik sekeliling ruangan mencari ummi, dan berakhir mendengar sahutan dari dapur. 

“Waalaikusalam. Maryam ummi sudah pulang rupanya” kata ummi dalam posisi mengaduk sop. Kini Maryam langsung berpindah haluan menuju dapur dan dalam sekejap ia sudah dalam posisi memeluk umminya dari belakang. 

“Lah kenapa ini tiba-tiba datang meluk.” ummi yang terkejut langsung melirik sepasang tangan mungil yang memeluknya sembari memegang piala mungil ditangan kanannya.

“Maryam menang lomba tadi di sekolah” ucarnya lincah sembari menunjukan piala. 

“Wah pandai sekali rupanya anak ummi, lomba apa ini?” Kata ummi tidak kalah gembira. 

“Lomba Baca puisi, dan hadiahnya botol minum katanya sembari menunjukan botol minum bermotif panda yang sedang melambaikan tangannya. 

“Dan karena menang lomba ini Maryam mewakili sekolah untuk lomba baca puisi 17 Agustus nanti. Selayaknya hero yang sedang naik daun Maryam mulai menceritakan panjang lebar proses pencapaiannya kali ini. Ia bahkan sudah mengambil posisi lesehan dengan baju seragam yang masih menempel di tubuhnya. Lelah terlihat asing kala itu. Hingga membuat ummi tidak tega menghentikan ceritanya yang mengebu-mengebu. Di akhir cerita Ummi merespon dengan cukup bangga kisah heroik versi anaknya. 

“Alhamdullilah Memang anak ummi semuanya hebat-hebat, apalagi yang satu ini masih kecil sudah berprestasi“ Maryam tersenyum puas mendengar tanggapan umminya.

“Ia dong. Kecil cabe rawit kan ummi hehe, Oia Maryam 17 Agustus nanti, Maryam Ikut Karnaval baju adat Aceh ya”. Katanya yang kini telah berdiri. Dan seketika mimik wajah Ummi berubah. 

“Hmm gimana kalau baju dokter saja, soalnya kalau baju adat Aceh susah waktu sesi jalannya, pakek high heels, belum lagi panas karena bajunya,” bujuk Ummi. 

“Gak mau dokter, Maryam maunya baju adat.“ 

“Tapi nanti Maryam kepanasan gimana, jalannya kan jauh sampai satu km”

“Tidak masalah ummi Maryam sanggup, Maryam gak mau pakai baju lain selain baju adat pernikahan atau Maryam gak mau ikut kalau bukan baju adat.” Suaranya terlihat kecewa dalam langkahnya yang menghilang dari dapur. ummi hanya menghela nafas, sembari membalikan posisinya lagi. Hingga Bang Amar datang dari bilik kamar mandi dengan air wudhu diwajahnya.“Kenapa tadi ummi, Amar dengar tadi ada suara ribut ?”

“Maryam ingin pakai baju adat waktu karnaval nanti, sedangkan ummi sedang tidak punya uang nak, tadi saja beli beras setengah karung supaya bisa beli ikan untuk kalian makan hari ini, mana bisa mikir sewa baju karnaval. Make up sudah 100 ribu harga, belum lagi baju. Pasti diatas 200 ribu” Amar terdiam, rasa buntu muncul dalam lamunannya.

“Sudah tidak perlu dipikirkan, nanti juga baikan kalau lapar. Kamu shalat terus sana, jangan sampai telat.” 

“Eh iya” ucapan mi memecahkan lamunannya. Ia pun meninggalkan dapur secara hening, dalam kebingungannya memandangi ummi yang cukup uzur memikirkan perkara itu.

                                                                        *****

"Adik abang lagi ini.” Amar tiba-tiba muncul dalam celoteh Maryam dengan kucing orennya. Namun hal itu tidak bisa membujuk raut wajah gadis 10 tahun ini, Ia masih terdiam dengan tangan yang tidak hentinya membelai si “Comeng.”

“Sudah makan? ummi masak enak lho sama ada perkedel kesukaan Maryam,” Ia masih terdiam, hingga membuat Amar kembali bertanya. 

“Maryam marah sama abang? padahal abang tadi sudah ambil sepeda Maryam dibengkel, jadi Maryam besok tidak perlu pergi sekolah jalan kaki lagi, masak tidak ada ucapan terimakasih, malah marah dengan abang.” 
“Bukan begitu Maryam lagi kesel aja jadi males ngomong, makasih sudah ambil sepeda Maryam di bengkel,” kini ia mulai merespon walau masih dalam nada yang terpaksa.“Kesel kenapa, cerita sama abang, mana tahu bisa abang bantu…?” kini Abang bertanya seakan tidak mengetahui alur masalah yang telah terjadi. 

“Maryam ingin pakai baju adat waktu karnaval nanti, tapi ummi tidak izinin malah suruh pakai baju dokter, alasan panas, capek, Maryam kesal karena Maryam ingin banget,” Kini ia mulai berani menumpahkan cerita kepada abangnya. 

“Tapi betul kan kata ummi baju adat pernikahan itu bakal “rempong” belum lagi pakai belum lagi panas nanti. Kalau gak mau pakai baju dokter gimana kalau baju pejuang?, karena17 Agustus itu memperingati kemerdekaan negara, jadi cocok karena kemerdekaan kita hasil dari perjuangan mereka para pahlawan. Kata bang Amar mencoba membujuk“Abang inilah, sedikit pun gak dukung Maryam. Maryam ingin banget walau panas atau rempong, Maryam malu tiap karnaval selalu berdiri dibelakang, Maryam ingin berdiri di depan karena selalu diledekin Tantri Tiap karnaval kayak semut hilang tidak nampak. cuma yang pakai baju pengantin yang paling disorot karena berdiri didepan.“Oh itu masalahnya toh, jadi Maryam ingin disorot juga? 

“Bukan masalah disorot tapi berdiri didepan, Maryam mau nunjukin kalau Maryam bisa berdiri dalam kawasan barisan terdepan waktu karnaval karena cuma yang pakai baju penganti yang berdiri di depan, pejuang ditengah sama aja kalau begitu Maryam tetap dibelakang dan tidak kelihatan kayak semut nanti.” 

“Ya Rabbi jadi cuma masalah di depannya??” Kini Bang Amar tertawa melihat kelakuan adik semata wayang yang sangat polos.” 

“Nyesel Maryam cerita sama abang” kembali wajah nya terlihat masam.
“Haha, kalau masalah ingin berdiri didepan itu mudah, Cuma yang abang sayangkan ialah karena niat maryam yang sudah salah, niat Maryam berdiri didepan bukan karena suka tapi karena persaingan sama kawan sekolah saja kan?” Maryam menunduk.

“Abang bukan tidak berpihak sama Maryam, abang cuma tidak ingin adik abang salah niat. Kalau diladenin, besok dia akan semakin benci dan semakin beramibisi ngalahin Maryam, Dan Maryam akan semakin sulit karena meladeninya. Itulah kenapa kita terkadang harus belajar berlapang hati. Karena tidak semua hal harus ditanggapi. Beberapa hal harus dilepaskan untuk menyelematkan banyak hal. Semisal Ambisi yang bukan pada tempatnya.” Maryam masih terlihat membisu. Bang Amar kembali berucap. “Tapi kalau Maryam gak mau juga gak masalah, abang cuma ingatin, cuma kalau mau denger saran abang jangan baju adat. Melihat juga kondisi bakal kepanasan dan kecapean demi menuruti hawa nafsu mengalahkan, eh keinginan maksutnya.”

 Maryam memandangi abangnya pasrah “ Yaudah deh gak jadi karnaval pakek baju adat.”

“Nah gitu dong, sekarang Maryam sudah paham. Mau denger lagi saran abang?” Maryam memandangi abangnya dalam tanda tanya. 

“Karnaval nanti Maryam pakek Baju pejuang mau?” 

“Dokter aja deh kayak Saran Ummi.” 

“Inikan Saran dari Abang kalau mau jadi pejuang, Maryam dapat hadia dari abang?”Kini ekspresi wajahnya berbalik 180 drajat dari sebelumnya. “Hadiahnya apa?”“Rahasia dong” sontak itu membuat tanda tanya semakin besar kepada Maryam. Okeh deh kalau gitu jadi pejuang ya. 

“Tapi jadi pejuang Cut Nyak Dhien ya..?” 

“Kenapa Cut nyak Dhie ?” Jawab Maryam polos. 

“Karena 17 Agustus memperingati kemerdekaan, maka sewajarnya jasa para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan dimunculkan. Nah Cut Nyak Dhien merupakan salah satu pejuang wanita dari Aceh yang mendapat penghargaan sebagai pahlawan nasional karena kegigihannya dalam mengusir para penjajah, bayangkan jikalau Cut Nyak Dhien tidak bergerak, setelah para laki-laki banyak yang meninggal dalam perang, mungkin hari ini kita masih dalam penjajahan. Karena tidak ada yang menuruskan perjuangan, Dan Cut nyak Dhien lah yang memimpin barisan terdepan dalam berdiri melawang para penjajah dari kaum wanita.. sedikit bocoran ya, Aceh merupakan satu satu nya daerah yang tidak berhasil dikuasai penjajah sehingga bisa dikatakan, Aceh Modal utama lahirnya Indonesia. Hal ini juga berkat para wanita Aceh yang mengambil posisi penting dalam mengusir penjajah.
“Wah gak nyangka keren banget rupanya Cut Nyak Dhien itu, Kalau gitu Maryam jadi Cut Nyak Dhien aja waktu Karnaval” katanya kembali semangat.
“Sip Tapi sebelumnya temanin abang dulu ya pergi kebun cari bambu sekarang ya, karena pejuang perlu bambu sebagai tombak” 
“Oh ok ok Siap, kita berangkat Sekarang kalau gitu” Kini Semangatnya kembali muncul.
“Tapi sebelumnya Maryam Ambil sepeda sana, karena kita perlu sepeda untuk bawa pulang bambu berat gak sanggup taruk dibahu.”Sip”

                                                                        *****

Hari yang ditunggu pun tiba, kini, jalanan dipenuhi bendera merah putih dengan sekolompok orang dengan keanekaragaman kostum yang beragam, ada yang berkostum, Dokter, suster, hakim, wartawan, polisi, hingga badut. Baju adat pun cukup bervariasi warna menghiasi lapangan bola, Maryam pun datang dengan baju karnaval yang telah disiapkan jauh hari. Rasa deg degan masih memenuhi benaknya terutama ia juga sebagai perwakilan lomba baca Puisi dari Sekolahnya. Tiba-tiba. Tantri dengan baju adat pengatin datang menghampiri Maryam yang sedang mempelajari puisinya. 

“Eh bukanya kemarin daftar pakai baju pengantin, kok jadi berubah jadi pejuang, gak jadi berdiri didepan dong bareng aku,” Tantri bertanya dengan setengah mengejek.“Jangan gitu dong beberapa anak yang melihat kelakuan Tantri menegurnya. Sedangkan Maryam Ia masih sibuk mempelajari puisi Tanpa melirik kepada Tantri. 

Tantri pun pergi dengan nada tidak bersalah ia kembali mengejek iya” Maaf ya Maryam, jangan sedih, mungkin dikesepatan lain bisa dibarisan terdepan.” Maryam masih terdiam.

                                                                         *****
Dan Tiba waktu pengaturan barisan, kini semua siswa dikumpulkan untuk membentuk formasi. Tantri yang berpakaian Adat sudah berada diposisi depan tepatnya dibelakang para pemegang spanduk sekolah. Ia berdiri dengan rasa puas karena berhasil mengalahakan Maryam, namun disisi lain mengipas ngipas diri yang kepanasan. Karena cuaca panas hingga Tiba-tiba Maryam dengan Baju karnaval nya sebagai Tokoh pejuang Langsung menuju kearah depan bahkan melewati Tantri yang menggunakan kostum adat pernikahana, ia datang dengan sepedanya yang disulap menjadi rakitan kuda dari bambu, dengan pedang kreasi abangnya ia berdiri paling depan bahkan lebih depan dari para pemegang spanduk sekolah. Hal itu cukup membuat Tantri panas terutama ketika melihat beberapa teman yang mengejek persaingan Tantri yang dimenangi oleh Maryam. 

Selesai pawai berjalan Maryam menjumpai abangnya yang menunggu Maryam , Tantri melihat kesal dari kejauhan. Namun Maryam tak mempedulikan Tantri karena ia telah berhasil mengotrol diri dari ambisi dalam persaingan memenangkan ego.

“Bang Maryam senang banget dengar nasehat abang pakai baju karnaval pejuang, karena gak kecapean bisa naik sepeda, Dan bisa berdiri paling depan, hihi gak nyangka banget hadiahnya seperti ini. coba gak dengerin abang pasti sekarang sudah kepanasan sama capek, belum juga mikir lomba baca puisi bentar lagi, bisa pingsan duluan deh.” 

“Iya semangat, semoga Lomba nanti menang ya” ia menganguk, perjuangannya masih berlanjut dan kini baju karnavalnya akan sangat membantu untuk mendalami puisisnya yang berjudul "sang pejuang."